Fasilitas bagi Penyandang Disabilitas di Jalan Malioboro Yogyakarta

Sebelum membahas mengenai Sarana bagi penyandang Disabilitas, ada baiknya kita mengetahui lebih dalam mengenai Disabilitas. Apa itu Disabilitas? Dan mengapa disebut dengan disabilitas? Disabilitas merupakan fenomena gangguan atau keterbatasan aktivitas yang dialami oleh individu, kelainan ini dapat berbentuk fisik maupun psikis (emosional). Tidak semua manusia diciptakan dengan kondisi fisik dan mental yang baik adanya, ada sebagian orang yang memiliki kekurangan seperti tidak bisa mendengar, tidak dapat berbicara maupun keterbelakangan mental. Ada juga yang dilahirkan baik adanya, namun karena terjadi peristiwa yang tidak dapat diprediksi seperti bencana alam mengakibatkan orang tersebut mengalami keterbatasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan dalam bermasyarakat. Oleh karena itu kita sebagai inidividu, patutlah bersyukur kepada-Nya atas karunia kehidupan yang Ia berikan kepada kita. Istilah “Disabilitas” digunakan bagi individu yang memiliki kekurangan tersebut. Di negara kita Indonesia, terdapat berbagai macam penyandang Disabilitas tersebar di berbagai provinsi maupun daerah.  Pada ulasan ini, saya akan membahas lebih mengenai sarana bagi penyandang disabilitas. Bagi individu yang memiliki keterbatasan ini , tentunya sebuah sarana dibutuhkan demi menunjang aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contoh penyandang Tuna netra alias tidak bisa melihat membutuhkan sarana untuk dapat membaca yang biasa kita sebut dengan huruf Braille, adapun penyandang Tunarungu alias tidak bisa mendengar membutuhkan alat pendengaran agar dapat ber-interaksi dengan yang lain. Sarana ini tentu penting bagi mereka agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kendala. Sebagai generasi penerus bangsa, tentunya kita wajib memikirkan mengenai fasilitas yang mampu mempermudah aktivitas dari penyandang kelainan ini. Seperti yang dapat di amati pada sekitar jalan Malioboro di kota Yogyakarta. Ya, Kota Yogyakarta terkenal dengan keragaman budaya serta adat istiadatnya yang dapat dirasakan ketika kita berada di kota itu, namun keberagaman tersebut tak menjadi tolak ukur karena ternyata terdapat juga penyandang Disabilitas di Kota sebesar ini . penyandang Disabilitas cukup beragam sehingga membuat pemerintah merasa perlu menciptakan akses bagi individu tersebut terlebih di jalan se-ramai Malioboro yang bisa dikatakan sebagai pusatnya kota Yogyakarta.

Ya, ini merupakan salah satu fasilitas bagi penyandang Tuna netra yang dinamakan dengan Guiding Block. Fasilitas ini berguna bagi mereka agar dapat berjalan kaki dengan baik serta menjaga keselamatan dalam penyebrangan jalan.

Fasilitas ini dilengkapi dengan tiang sebagai pegangan sebelum menyebrang dan alur jalan yang disusun agak menonjol agar Penyandang Tuna netra dapat merasakan bentuknya dan dapat berjalan dengan lancar. Mengapa ada yang berbentuk bulat dan panjang? Itu terdapat aturan serta peruntukannya. Permukaan bulat pada Guiding Block menandakan “Berhenti” dengan begitu, penyandang Tuna netra dapat mengetahui batas dimana mereka harus menghentikan langkah mereka. Sedangkan permukaan yang memanjang menandakan “Boleh Jalan” dengan begitu, mereka tidak akan berbelok maupun menabrak sesuatu yang menghalangi mereka. Guiding Block ini pun dapat ditemukan juga di stasiun maupun Kawasan umum lainnya yang menghendaki untuk berjalan kaki. Tentunya bentuk dari masing-masing guiding block disesuaikan juga dengan kebutuhannya, jadi tidak asal disusun sedemikian rupa. Nah, tentunya bagi para pembaca yang bukan penyandang Tuna netra jika kebetulan terdapat penyandang Tuna netra sedang berjalan, janganlah ikut berjalan di jalur tersebut karena akan menghalangi akses mereka. Pastikan juga agar jalur ini bersih dan tidak terganggu.